Hadiah Ulang Tahun Untuk Kekasihku

hadiah ulang tahun
Suatu hari, sepasang kekasih melintas di sebuah toko Emas.
Cewe:”YanK, 4 hari lagi aq ulang tahun. nanti belikan aku Kalung emas Seperti itu ya..”Cewe nunjuk salah satu kalung emas di toko, Cowo melihat harga bandrol yang nempel di kalung yang di tunjuk cewek.

Cowo:”Tapi YanK, kayanya uang abang gak cukup buat beli kalung emas itu..”
Cewe: *Merengut*
Cowo:”iya deh, abang ba
Akan usahain buat kamu. Tapi senyum dulu donK yaNK..”

Cewe:”gak mau! Aq gak akan pernah tersenyum sebelum kamu membelikan Kalung emas itu buat aku..!”
Cewe pergi, Cowo kebingungan dan Galau. Tiga hari berlalu, sms cowo ke cewe gak di bales, nelpon gak di angkat. Hari ke empat, tepatnya pada malam ulang tahun Cewe, si cowo datang ke rumah cewe.

Cowo:”yanK, yuk kita Rayain ulang tahunmu ditempat yang sudah ku persiapkan buat kamu..”
Cewe:”aku gak mau tanpa Kalung emas yg ku minta..”

Cowo membujuk dengan lembut, tapi cewe tetep gak mau tanpa kalung emasnya.
Cowo kecewa berat karna Surprise yang sudah di persiapkan gagal. Lalu dalam keadaan kalut, cowok pulang dengan mengendarai Sepeda motornya.

Tapi belum jauh dari rumah cewek, cowok tabrakan dan tewas saat itu juga. Warga setempat berdatangan, Orang tua cewe pun turut menghampiri kejadian peristiwa. Karna penasaran, cewe pun ikut datang melihat apa yang terjadi.Saat Cewe sampai di tempat terjadinya kecelakaan, Cewek terkejut melihat cowo yang sudah terkapar penuh darah.
Lalu Cewe melihat ada Sapu tangan yang pernah cewe berikan ke cowo di sebuah tempat.
Cewe pun teringat pada sms cowo yang mengajak ke sebuah taman untuk merayakan Ultahnya, Cewe penasaran dan ingin tahu ada apa di Taman itu. Karna tempatnya tidak jauh, Cewe pun berlari ke taman yang dituju.

Setibanya di Taman itu Cewe melihat 1 meja dengan dua kursi yang di kelilingi Balon dan bunga-bunga.
Di atas meja ada Kotak musik kecil yang bertuliskan “Tekan tombol Hijau”
Lalu Cewek menekannya, keluarlah suara”Happy birthday sayang.. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa membelikan kalung emas untukmu..”

Tak lama setelah suara itu, Kotak kecil tadi punterbuka dan cewek melihat ada Kalung emas persis n seperti yang dia minta ke cowok. Cewe Menyesal dan menangis histeris.

Pesan :
“Hargailah Pasanganmu yang berusaha membuatmu bahagia.
Dan jangan pernah menuntut bila itu di rasakan berat olehnya”.
Sumber: Group facebook

Kisah Nyata Akibat Membuka Aurat di Facebook (Bahan Renungan)

Saat lagi asyik-asyiknya browsing Facebook untuk cari informasi- informasi yang bermanfaat, ketemu sebuah Kisah Renungan dari Fans Page Facebook.

SUDAH TAHUKAH ANDA ?
Kisah ini mengenai seorang hamba Allah. Dia merupakan seorang wanita yang aktif ber-Facebook.
Dalam Facebooknya mempunyai banyak koleksi foto yang tidak menutup aurat.selepas dia
meninggal dunia, ibunya senantiasa bermimpi, dia merayu kepada ibunya supaya menghapus foto-fotonya yang tidak menutup auratnya di Facebook.

Malangnya tidak ada yang mengetahui password Facebooknya. Jadi, kemungkinan besar, rohnya tidak tenang dengan dosa auratnya yang dibiarkan begitu saja menjadi tatapan umum. Dan ingatlah, azab kita dilihat oleh lelaki bukan mahram adalah dosa yang besar dan dapat membawa ke dalam Api Neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Cerita ini menjadi ikhtiar dan pelajaran buat kita, supaya tidak mengupload gambar kita yang tidak menutup aurat dengan sempurna, kita tahu bila kita akan meninggal. Jadi, tolonglah kalau anda sayang diri anda.

Hapuslah gambar tidak sepatutnya.
Sebuah perngatan sebenarnya untuk kita semua. Mari kita renungkan bersama. Jika pada suatu hari nanti kita meninggal, akun Facebook kita ini hanya kita yang tahu passwordnya. Kecuali ada sebagian orang yang mempercayakan password pada sahabatnya. Dan selepas kita meninggal mungkin orang akan menulis rasa duka cita di dinding kita. Tapi, sadarkah kita? Foto-foto kita akan terus membuat kita tersiksa di dalam kubur.

Apalagi bagi wanita foto yang tidak menutup aurat dan para lelaki akan terus melihat. Walau sudah setahun kita wafat, dosa kita terus meningkat bagaimana?

Pernah berfikir tidak? Leging dan jeans ketat bisakah menyelamatkan kita?
Mungkin kini kita merasa bangga dengan berbagi cerita dengan foto-foto yang cantik dan tampan. Tapi, sepertinya semua itu tidak akan membawa arti.

Semua yang tinggal kenangan bagi teman yang masih hidup. Dan mereka akan segera melupakan teman yang selalu memiliki foto profil cantik atau tampan tersebut.

Maka, tutupilah auratmu sebelum dirimu dikafankan. Jagalah harga diri anda, jagalah kesombongan anda.
Karena, semua yang hidup pasti akan mati.

Persiapkan dirimu untuk mati karena itu perlu.
Dan sekarang sebarkan suara Islam yang benar, inilah penjajahan yang dibawa oleh Globalisasi Dajjalisme.

Sehingga yang WAJIIB ini kita main-mainkan dan dosa ini kita lakukan tanpa RASA APA-APA.
Ingatlah aurat laki-laki yang harus dijaga di antara lutut dan pusar sedangkan madzhab Syafi’i ada keringanan bagi wanita yang bekerja untuk membuka wajah dan kedua
telapak tangannya.
Sadarlah, “Walau Ikhlas atau Tidak Yang Namanya Menutup Aurat Wajib
Dilakukan”.
Jika ikhlas maka berpahala, tetapi jika tidak ikhlas maka sekurang-kurangnya terhindar dari dosa.

Jangan dijadikan ikhlas sebagai alasan untuk menghalalkan yang haram.
Ingat ini, saham dosa kita yang ditatap oleh ribuan orang bahkan lebih dari jutaan yang dengan mudahnya melihat foto kita. Apabila telah sampai masanya, baru penyesalan sudah tidak berguna.
Akhir kalam, semoga roh dia dicucuri rahmat Illahi.

Terlepas benar atau salah cerita di atas, menutup aurat memang menjadi kewajiban bagi setiap umat muslim.
Wallahu A’lam

Sumber: dari Group Facebook

Surat dari Anak yang di ABORSI Orang Tua

bayi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh. Teruntuk Bundaku tersayang.Dear Bunda…
Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja, Nanda juga di sini baik-baik saja bunda. Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda.

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat. Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda, badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik, dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan. Tapi nanda tidak kecewa kok bunda, karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini?
Apa bunda tidak sayang sama nanda?
Bunda tidak ingin mencium nanda?
Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan?
Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang, kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram. Anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah. Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih?
Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah?
Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget… nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu.

Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda, minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya, yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda. Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya, di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.
Nanda sayang bunda…
Nanda kangen dan ingin bertemu bunda…
Nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga…
Nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu…

Lalu, dengan lembut malaikat berkata… nak, kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka, sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda. Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha, bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini, nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh. Nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda, antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu, tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya, biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda, jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu.

Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak. Sudah dulu ya bunda. nanda mau main-main dulu di syurga.
Nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini…
Nanda sayang banget sama bunda….
muach!
—————————————- ——
STOP PACARAN and SEX BFORE MARRIED…
AVOID to ABORTION…!!

Ayah, Kembalikan Tangan Dita

Buat semua yang telah menjadi orangtua dan atau calon orangtua…. Ingatlah… semarah apapun, janganlah kita bertindak berlebihan. Sebagai orang tua, kita patut untuk saling menjaga perbuatan kita especially pada anak-anak yg masih kecil karena mereka masih belum tahu apa-apa.

Ini ada kisah nyata yg berjudul “Ayah, kembalikan tangan Dita…”

Sepasang suami isteri –seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.

Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini!!!”

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan “Saya tidak tahu… tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yang membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu…” jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu.

Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan…” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah. “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah… ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi… Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah… sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti…” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah… kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil… Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti…? Bagaimana Dita mau bermain nanti…? Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.
*) Dikompilasi dari milis..$-)

Renungan Pagi

KISAH UANG Rp 1.000 DAN Rp 100.000

Uang Rp 1.000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia (BI).
Ketika bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat, 4 bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.

Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan; Yang Rp 100. 000 bertanya kepada Rp 1.000, ‘Kenapa badan kamu begitu lusuk, kotor dan bau amis? Rp 1.000 menjawab, ‘Karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang-orang bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan pengemis.’
Lalu Rp 1.000 bertanya balik kepada Rp 100.000, ‘Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?’

Dijawabnya, ‘Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik, dan beredarnya pun di restoran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.’ Lalu Rp 1.000 bertanya lagi, ‘Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?’
Dijawablah, ‘Belum pernah’
Rp 1.000 pun berkata lagi, ‘Ketahuilah walaupun aku hanya Rp 1.000, tetapi aku selalu mampir di seluruh tempat ibadah, dan ditangan anak-anak yatim piatu dan fakir miskin bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tidak dipandang bukan sebuah nilai, tetapi adalah sebuah manfaat.’

Akhirnya menangislah Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini. Jadi bukan seberapa besar penghasilan kita, tetapi seberapa bermanfaat penghasilan kita pakai untuk ke jalan yang benar.
Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan 🙂


(Selamat menjalankan ibadah puasa)



KENAPA BUKAN AYAH SAJA YANG MENINGGAL..?

(Kisah anak yg menyadarkan kealpaan ayahnya…subhanallah!)

Ia masih bocah, masih duduk di bangku kelas 3 SD. Pada suatu hari ustadz di kelasnya memotivasi para siswa untuk menjaga shalat jamaah shubuh. Bagi si anak, Shubuh merupakan sesuatu yg sulit bagi sang bocah,Namun sang bocah telah bertekad untuk menjalankan shalat shubuh di masjid.

Lalu dengan cara bagaimana anak ini memulainya?


Dibangunkan ayah? ibu? dengan alarm?…

Bukan!

Sang anak nekat tak tidur semalaman lantaran takut bangun kesiangan. Semalaman anak begadang, hingga tatkala adzan berkumadang, iapun ingin segera keluar menuju masjid.


Tapi…

Tatkala ia membuka pintu rumahnya suasana sangat gelap, pekat, sunyi, senyap…

Membuat nyalinya menjadi ciut.

Tahukah Anda, apa yg ia lakukan kemudian?

Tatkala itu, sang bocah mendengar langkah kaki kecil dan pelan, dengan diiringi suara tongkat memukul tanah…

Ya…

Ada kakek-kakek berjalan dengan tongkatnya. Sang bocah yakin, kakek itu sedang berjalan menuju masjid, maka ia mengikuti di belakangnya, tanpa sepengetahuan sang kakek.

Begitupula cara ia pulang dari masjid.

Bocah itu menjadikan perbuatannya itu sebagai kebiasaan begadang malam, shalat shubuh mengikuti kakek-kakek. Dan ia tidur setelah shubuh hingga menjelang sekolah. Tak ada org tuanya yg tahu, selain hanya melihat sang bocah lebih banyak tidur di siang hari daripada bermain.


Semuanya dilakukan sang bocah agar ia bisa begadang malam.

Hingga suatu kali…

Terdengar kabar olehnya, kakek2 itu meninggal. Sontak, si bocah menangis sesenggukan….

Sang ayah heran…”

Mengapa kamu menangis, nak? Ia bukan kakekmu…bukan siapa-siapa kamu!”

Saat si ayah mengorek sebabnya, sang bocah justru berkata,

“kenapa bukan ayah saja yang meninggal?”

“A’udzu billah…, kenapa kamu berbicara seperti itu?” kata sang ayah heran.

Si bocah berkata,

“Mendingan ayah saja yang meninggal, karena ayah tidak pernah membangunkan aku shalat Shubuh, dan mengajakkku ke masjid. ..

Sementara kakek itu….

setiap pagi saya bisa berjalan di belakangnya untuk shalat jamaah Shubuh.”

ALLAHU AKBAR!

Menjadi kelu lidah sang ayah, hingga tak kuat menahan tangisnya.

Kata-kata anak tersebut mampu merubah sikap dan pandangan sang ayah, hingga membuat sang ayah sadar sebagai pendidik dari anaknya, dan lebih dari itu sebagai hamba dari Pencipta-Nya yang semestinya taat menjalankan perintah-Nya.

Akhirnya sang ayah rajin shalat berjamaah karena dakwah dari anaknya…

“Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrata a’yuniw-waj’alnaa lil-muttaqiina imaamaa..”


sumber:http://www.facebook.com/photo.php?fbid=436834243000652&set=at.297115090305902.90801.100000222418620.100000978562272&type=1&ref=nf