Hati-hati Ada Telur Palsu Yang Beredar.

WASPADA … WASPADA …. SELALU WASPADA …!!!!

China: Telur Palsu Dari Bahan Kimia
Posted on July 8, 2011 by nakadya

Ada berita miring yang datang dari negri tirai bambu. Negara yang biasanya terkenal akan pembajakan barang elektronik itu kini membajak sesuatu yang lebih ‘unik’. Yap, sesuai judul, China kini membuat telur ayam palsu.

Palsu gimanaaa? Mungkin semua bertanya-tanya nih gimana caranya sampe telur ayam bisa dibuat palsu?
Karena peningkatan tajam harga-harga makanan di China, kini banyak beredar telur-telur buatan di Kota Zhengzhou, Provinsi Henanyang. Dibuat hanya dari bahan kimia tanpa bahan alami, ya benar: BAHAN KIMIA. Seorang narasumber menjelaskan bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat:

Bagian Putih telur palsu dibuat dengan melarutkan sodium alginate dalam air. Larutan tersebut akan terlihat seperti cairan bening yang kental dan sulit membedakannya dengan putih telur yang sebenarnya.

Sedangkan untuk bagian kuning telur-nya dibuat dengan menyekop suatu cairan dengan pigmen kuning dan memadatkan serokan cairan tersebut ke dalam larutan kalsium klorida. Akhirnya, ‘putih telur’ dan ‘kuning telur’ dibungkus ke dalam ‘kulit telur’ yang dibuat dari kalsium karbonat.

Jika ditambahkan tepung kanji atau bubuk kuning telur pada ‘kuning telur’ tersebut, tekstur dari sebuah telur buatan setelah dimasak hamper identik dengan telur yang sebenarnya.

Pelaku hanya menghabiskan 0,55 yuan (0,07 dolar AS) untuk membuat lebih dari 2 butir telur, kurang dari sepersepuluh harga telur yang sebenarnya di pasaran (0,8 dolar AS).

Bahan utama dalam telur-telur buatan tersebut adalah bahan tambahan makanan, getah damar, kanji, pengeras, dan pigmen-pigmen. Konsumsi yang berlebihan atas bahan-bahan tersebut akan merusak perut dan menyebabkan gejala-gejala seperti kehilangan ingatan dan keterlambatan mental, dll.

Tapi tenang, Makanplus bakal bagi-bagi cara untuk mengenali telur imitasi:
1. Dari warna. Permukaan kulit telur imitasi lebih terang, tetapi tidak terlalu mencolok;
2. Dari suaranya. Telur imitasi dikocok-kocok akan terdengar suara, ini dikarenakan cairan yang meleleh keluar dari bahan zat pengental;
3. Dari aromanya. Telur asli tercium bau agak amis sedikit, sedangkan telur imitasi kemungkinan tercium bau bahan kimia;
4. Telur imitasi tak lama setelah dipecah, maka telur kuning dan putihnya langsung tercampur. Ini disebabkan karena mereka terbuat dari bahan yang sama;
5. Sewaktu membuat telur matasapi, putih dan kuning telurnya di dalam wajan terlihat menguning.

Dari kejadian ini kita harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan.
Diambil dari teman facebook.

Beberapa Tips Berbuka Puasa yang Sehat Untuk Lambung Kita

Saat tiba waktu berbuka, umat yang menjalankan ibadah puasa memang diperbolehkan makan dan minum. Tapi bukan berarti Anda bisa melahap semua makanan yang diinginkan sekaligus.

Berbuka puasa pun perlu mengikuti langkah-langkah yang benar, karena lambung yang tidak terisi makanan dalam waktu lama cenderung lebih rentan mengalami gangguan pencernaan. Berikut ini tips berbuka puasa yang benar, seperti dikutip dari fasting ygoy.

1. Berbukalah dengan yang Manis
Tahukah Anda, alasan kenapa kita sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan manis terlebih dulu saat berbuka? Karena selama berpuasa, tubuh kehilangan banyak energi dan kurang nutrisi. Gula, atau makanan/minuman yang mengandung gula bisa memberi asupan energi dengan cepat, sehingga tubuh pun cepat kembali segar.

Tapi perhatikan juga konsumsinya, jangan sampai berlebihan dan usahakan gula yang Anda konsumsi alami, yang berasal dari buah-buahan. Idealnya, Anda disarankan makan tiga butir kurma dan air putih, atau satu cangkir teh manis. Anda pun bisa berbuka dengan buah-buahan seperti melon dan semangka.

2. Hindari Minuman Terlalu Dingin
Hindari minuman yang terlalu dingin. Minuman dingin bisa membuat perut cepat kenyang, sehingga kita kehilangan selera untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, yang tidak didapatkan tubuh selama berpuasa. Akibatnya, tubuh akan cepat lemas saat berpuasa esok harinya.

3. Beri Jeda Waktu untuk Makan Berat
Saat berbuka, biasanya kita cenderung kalap, ingin melahap semua makanan yang tersaji. Tapi tahanlah keinginan itu. Lambung perlu beradaptasi dengan makanan setelah lebih dari 12 jam kosong. Langsung ‘menghantamnya’ dengan makanan berat, akan membuat perut ‘kaget’ dan bisa menimbulkan perut kembung hingga sembelit.

Setelah mengonsumsi makanan manis, berilah jeda waktu bagi lambung untuk mencerna makanan secara perlahan, kira-kira 10-15 menit. Baru mulai makan makanan berat, misalnya nasi beserta lauk dan sayur. Untuk lebih nyaman, Anda bisa mengonsumsi makanan berat setelah pulang salat Tarawih.

4. Makan Perlahan
Rasa lapar kadang bisa membuat kita kalap sehingga ingin mengunyah makanan lebih cepat agar bisa segera menghabiskan menu berikutnya. Makan dengan cepat bisa mengganggu kadar gula dalam darah, sehingga Anda akan selalu merasa lapar dan semakin semangat mengunyah makanan. Otak membutuhkan sekitar 15 sampai 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang. Makan cepat dapat membuat Anda mengonsumsi makanan berlebihan dan memakan kalori lebih banyak. Tentunya Anda tidak mau, setelah 1 bulan berpuasa, tubuh justru akan jadi lebih gemuk.

Oleh karena itu, makanlah dengan pelan. Mengunyah secara perlahan akan memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap glukosa dan kalori yang diperlukan tubuh, tapi mencegahnya agar tidak terserap berlebihan dan menjadikannya lemak.

sumber

Mulai Sekarang Berhentilah Taruh Handphone di Saku Celana

Handphone???
Siapa yang tidak kenal dengan nama yang satu ini. sekarang handphone sudah menjadi kebutuhan primer bagi kaum muda bahkan kalangan anak-anak sudah bisa memakai handphone layaknya orang dewasa.

(sedikit curhat) Admin dulu waktu pertama kali punya handphone ( ber antena dan layar hitam putih, kalau ada SMS mesti nunggu kata-kata yang ada di SMS itu jalan sendiri baru bisa dibaca) kelas 1 SMA, itu juga 1 handphone untuk sekeluarga ( 7 Orang). Ga kebayang dulu rasanya gimana, ada dengar suara handphone bukan cuma satu yang datang tapi 3 atau 4 orang..hehehe…maklum dulu masih gaptek-gapteknya teknologi, jadi 1 handhone bisa jadi rebutan sekeluarga, bahkan bisa satu desa. 🙂 Tapi sekarang tidak seperti dulu lagi, kalau dulu 1 Handphone untuk 7 orang, sekarang 1 orang bisa bawa 3 sampai 4 Handphone.

Sesuai judul diatas, admin akan menjelaskan mengapa kita tidak boleh menaruh Handphone di saku celana?

Yang Pertama (Pria): Tahukah kamu kalau handphone itu menghasilkan radiasi yang sangat besar apalagi sewaktu baterai tinggal sedikit?
Handphone walaupun tidak menerima panggilan telephon atau pesan singkat, dia akan terus menghasilkan paparan medan elektrostatik & elektromagnetik yang sangat tinggi.

Apa hubungannya dengan saku celana kita? (pertanyaan yang bagus)
berikut jawabnya: ketika handphone ditaruh dalam saku celana dan berdekatan dengan (maaf) alat kelamin (khusus pria), sinar radiasi yang berada pada handphone ini akan diserap oleh sel-sel sperma yang berada pada tubuh kita. Radiasi inilah yang dapat membuat sel sperma kita menjadi tidak normal lagi atau dengan kata lain sulit mencapai sel telur.
Ketika handphone tersebut menyala, maka radiasi handphone menimbulkan hawa panas yang mengeluarkan frekuensi tinggi yang dapat menyerap sel-sel tubuh kita sehingga sel-sel yang ada didalam tubuh meningkat pula, akibatnya sel sperma tidak produktif lagi.

Yang Kedua (Wanita): Ada yang tahu bahaya untuk wanita menaruh handphone disaku?
“Wanita kan tidak punya sel sperma, jadi tidak apa-apa menaruh handphone dicelana”. hehehe… Sebenarnya ini pernyataan benar juga, admin sempat bingung menulis untuk yang wanita. Selidik punya selidik ternyata wanita kerap sekali mengabaikan hal-hal yang kecil, walaupun itu sekedar mengantungi sebuah handphone. Sebelum melanjutkan untuk yang wanita marilah kita sejenak melakukan eksperimen, berikut bahan-bahannya:
1. 1 Telur segar
2. 2 handphone (yang pastinya diantara salah satunya harus ada pulsa ya)
3. Sediakan charger handphonenya

Sekarang lakukan pengujian:
perhatikan gambar:

Pertama, awali saling telepon antara dua handphone dan biarkan selama sekitar 65 menitan.
kedua, perhatikan menit ke-15, telur masih dalam keadaan seperti biasa.
Ketiga, menit ke-25 telur akan mulai memanas.
Keempat, menit ke-45 telur akan sangat panas.
Kelima, menit ke-65 sajikan telur yang anda masak dengan handphone tadi dengan nasi hangat. hehehe…

Kembali ke permasalahan yang diatas, memang wanita tidak mempunyai sel sprema yang dapat dirusak oleh radiasi handphone akan tetapi ternyata radiasi lebih pintar dari kita, dia merusak hasil sperma pada tubuh wanita. Coba bayangkan, telur saja bisa masak selama 1 jam lebih sedikit, bisa anda bayangkan jika wanita hamil memegang handphone selama seharian penuh??? Bayangkan juga jika anda menelepon sampai berjam-jam, apa jadinya dengan otak kita nantinya??? Wallahualam, semuanya hanya Yang diAtas yang mengatur segalanya.

Sekian dari admin, semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya. Jika ada komentar, kritik atau saran silahkan tinggalkan pesan dibawah ini.

Terima kasih.