Tips kesehatan – Makan Brokoli Menghindarkan dari Sakit Jantung

Brokoli, sayur semacam bunga kol yang lezat diolah menjadi berbagai masakan. Beberapa waktu lalu brokoli masih belum banyak dikonsumsi sebagai sayur sehari-hari karena harganya yang cukup mahal dan jarang tersedia. Namun sekarang brokoli bisa dengan mudah ditemukan di pasar tradisional yang cukup besar dan telah banyak dikenal masyarakat melalui masakan tumis, maupun digoreng sebagai kudapan.

Ternyata sayur unik berwarna hijau ini tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga punya manfaat kesehatan. New British Heart Foundation(BHF) menemukan alasan mengapa sayur begitu penting untuk kesehatan. Serat bukan satu-satunya kelebihan yang bisa diberikan sayur untuk menjaga tubuh tetap sehat, melainkan ada khasiat lain yang didapatkan dari kandungan-kandungan dalam sayur.

Bahan-bahan kimia dalam sayur, terbukti bisa mengaktifkan kembali protein Nrf2 di area arteri yang sebelumnya tidak aktif. Protein ini berfungsi menjaga arteri dari serangan penyakit. Pada bagian tertentu dari arteri, protein ini tidak aktif sehingga area tersebut menjadi rentan terserang penyakit. Salah satu bahan tersebut adalah sulforaphane yang mengurangi peradangan pada arteri dengan mengaktifkan protein Nrf2.

Brokoli adalah sumber sulforaphane. Mengonsumsi brokoli secara teratur bisa dipastikan menjaga kesehatan arteri dan dengan demikian menjauhkan risiko serangan jantung dan stroke karena penyumbatan. Namun penelitian lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui bagaimana efek konsumsi brokoli terhadap arteri yang telah terlanjur terkena penyakit. Diharapkan brokoli juga bisa menjadi pengobatan selain pencegahan. Penelitian ini dipublikasikan di Journal Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology, dan dikutip dari imperial.ac.uk.

Sumber= vemale.com

Tips Kesehatan – Kacang Hitam Sebagai Sumber Anti Oksidan

Kacang umumnya berwarna coklat hingga krem, namun yang satu ini punya warna yang unik, yaitu hitam. Bentuknya mirip kedelai, namun dengan warna yang berbeda. Seperti halnya tanaman kacang-kacangan yang lain, kacang hitam tinggi protein. Kelebihannya dibanding kacang pada umumnya adalah kandungan antioksidan kacang hitam yang lebih tinggi dibandingkan kacang lainnya.

Kandungan antioksidan ini didapat dari pigmen antosianin yang membentuk warna hitam pada kacang. Menurut peneliti, semakin gelap kehitaman kacang maka kandungan antioksidannya juga akan semakin tinggi. Inilah yang membuat kacang hitam sangat baik untuk kesehatan. Antioksidan efektif memerangi radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai penyakit, dari penyakit jantung, kanker hingga penuaan dini pada kulit.

Kelebihan lain dari kacang hitam adalah molybdenum yang sangat berlimpah dalam kacang hitam. Molybdenum adalah mineral yang berperan penting dalam penguraian dan detoks sulfit yang terdapat pada makanan. Beberapa orang sensitif terhadap sulfit dan bisa mengalami reaksi alergi. Hal ini bisa dicegah dengan asupan rutin kacang hitam dalam menu sehari-hari.

Kacang ini relatif aman untuk penderita diabetes dibandingkan dengan jenis kacang lain, karena kacang hitam memiliki kadar glikemik indeks (GI) yang rendah. Kadar GI ini bisa membuat kadar gula darah melonjak sehingga harus diwaspadai. Kacang hitam bisa dikonsumsi seperti halnya kacang lain. Diolah sebagai aneka macam camilan, hingga menjadi bahan kue dan sup, kacang hitam memberikan cita rasa yang enak. Namun harus tetap diingat untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Sumber: vemale.com

Tips Kesehatan – Menghindari Kanker Payudara dengan Pare Pahit

Makanan atau minuman yang pahit biasanya mengingatkan kita pada obat-obatan yang harus dikonsumsi saat sakit. Entah itu obat dari dokter atau jamu tradisional yang tak kalah manjur, umumnya memiliki rasa yang pahit.

Begitu pula saat mencecap pare, rasa pahitnya mengingatkan kita pada obat-obatan. Pare adalah tanaman mirip timun tapi dengan kulit lebih kasar bergelombang dan isi bagian dalamnya mirip timun namun tidak basah.

Ternyata, pare memang memiliki khasiat untuk kesehatan, terutama untuk para wanita. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sel kanker bisa dimatikan dengan mengonsumsi ekstrak pare. Berbeda dengan proses kemoterapi yang mematikan sel-sel tubuh secara sama rata, khasiat dari pare bekerja selektif terhadap sel kanker saja. Demikian diungkapkan Rachael Ray, seorang profesor pathologi dari Saint Louis University.

Pare memang mengandung phytochemicals, lutein, lycopene seperti pada tomat, potassium, carotene dan albiminoid. Kandungan-kandungan tersebut efektif untuk memerangi berbagai penyakit dan gangguan dalam tubuh. Namun demikian, kerja senyawa pare untuk menangkal kanker payudara masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Menurut Rachael Ray, tidak ada salahnya mengonsumsi pare secara berkala sebagai pencegahan kanker payudara pada wanita. Jika tahan dengan pahit, pare bisa dikonsumsi dalam bentuk jus bersama buah atau sayuran yang lain. Namun cara paling nikmat mengonsumsinya adalah dengan menyantap pare yang telah ditumis dengan bumbu secukupnya sebagai lauk makan.

Sumber: vemale.com